Monday, August 13, 2012

Usaha Kecil Peyek Garing Olahan Bu Nyimas - Artikel Usaha

Peyek merupakan salah satu jenis kudapan yang banyak digemari hampir di seluruh dae Usaha Kecil Peyek Garing Olahan Bu Nyimas - Artikel Usaha
Usaha Kecil Peyek Garing Olahan Bu Nyimas. Peyek merupakan salah satu jenis kudapan yang banyak digemari hampir di seluruh kawasan di Indonesia. Hanya saja cara pengelolaan produk maupun administrasi pemasarannya mempunyai konsep yang berbeda.
Ibu Nyimas Atika, warga RT 12, salah seorang penggiat usaha kecil ini bersama-sama tidak eksklusif terlibat dalam proses pembuatan peyek di Kelurahan Betungan Kota Bengkulu. Meskipun tidak eksklusif terlibat dalam pengolahannya, bukan berarti ia tidak pernah turun eksklusif dalam mengolah pembuatannya. Hal ini disebabkan lantaran ia yaitu seorang penjual sayur keliling, sehingga waktunya tidak banyak dalam membantu pengolahan peyek yang dikerjakan saudaranya.

Namun lantaran ia yaitu pedagang sayur keliling justru bermanfaat eksklusif dalam proses pemasarannya, sehingga pangsa pasar yang tadinya sebatas lingkungan RT atau pusat jual di bandara Fatmawati sekarang menjadi lebih luas ke kecamatan lain.  Ini tidak terlepas dari kiprah serta ia sebagai salah seorang pengurus BKM Serambi Betungan Kelurahan Betungan, sehingga pada ketika tertentu bersama tim BKM dalam urusan administratif ataupun kegiatan-kegiatan training penguatan yang berlangsung di sekretariat PNPM-P2KP Koorkot Kota Bengkulu ia turut menyertakan produk peyek sebagai materi 'cuci mata' yang mengundang selera di pengecap sebagai kudapan pengisi waktu luang. 

Produk peyek yang dipasarkan oleh Ibu Nyimas telah beberapa kali tampil di sejumlah even pekan raya produk, baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun lembaga-lembaga lainnya. Sebagai contoh, produk laku ini tampil di Festival Tabot 2011 dan Bengkulu Expo 2012 yang difasilitasi oleh Tim 3 PNPM-P2KP sebagai tim fasilitator eksklusif kelurahan yang bersangkutan bersama Koorkot, Konsultan dan disokong pula oleh Kanal MitraVisi, kawan pemberdayaan Tim 3 dalam bentuk labelling dan covering produk. Maka jadilah Peyek Daun Jeruk perjuangan kecil Ibu Nyimas dan keluarganya menjadi kudapan yang laris, bersama dengan Keripik Rengginang dan Keripik Pisang Cokelat dari BKM Danau Indah Kelurahan Dusun Besar yang juga dampingan Tim 3.

Namun, produk paten tidak selamanya selaris produk-produk kemasan lain yang lebih populer. Ini disebabkan oleh terbatasnya modal, tenaga kerja dan pangsa pasar, apalagi mengingat perjuangan peyek di Kota Bengkulu bukan hanya digiatkan atau dilakoni oleh jaringan Ibu Nyimas. Ditambah lagi proses pemasarannya yang masih manual, yaitu sambil menjual sayur dengan sepeda motor ke instansi-instansi tertentu. 

Oleh lantaran itu tentu saja ini menjadi kiprah bersama, khususnya bagi pihak-pihak yang berkompeten dalam pembinaan dan pengembangan usaha kecil. Cara meningkatkan ketersediaan pasar merupakan salah satu inspirasi yang dikemukan oleh Kanal Mitravisi bersama Tim 3 dan pengurus BKM kelurahan dampingan di Tim 3 dalam sejumlah diskusi nonformal di sejumlah pertemuan. Dengan kata lain, kalau hanya masyarakat saja yang memikirkan dan melaksanakan ini tanpa sokongan penuh dari lembaga-lembaga di atasnya, akan terasa berat pada kesudahannya dalam pengembangan usaha-usaha sejenis. Bilapun berkembang, namun akan membutuhkan waktu yang lebih lama, modal yang lebih besar, sementara persaingan lebih tinggi. Bila tidak ada regulasi atau kebijakan-kebijakan positif dalam aplikasinya, bisa-bisa perjuangan kecil ibarat ini mandeg, bahkan kolaps.


sumber : MEDIA INFO 

Saturday, August 11, 2012

Manfaat Barang Bekas Dan Eksistensi Kugerbas : Artikel Usaha

Manfaat Barang Bekas Dan Eksistensi KUGERBAS Manfaat Barang Bekas Dan Eksistensi KUGERBAS : Artikel Usaha
Mardan Siregar

Manfaat Barang Bekas Dan Eksistensi KUGERBAS. Bila sebelumnya perjuangan barang bekas dipandang sebelah mata, maka sekarang perjuangan tersebut haruslah mendapat perhatian tertentu khususnya bagi instansi-instansi terkait dalam training dan pengembangan perjuangan kecil.

Usaha ini mempunyai potensi besar dan menyentuh banyak sekali lapisan, serta hubungan timbal balik kebutuhan.

Di Kota Bengkulu ketika ini mempunyai sebuah kelompok terorganisir pengumpul barang bekas, adalah KUGERBAS (Kelompok Usaha Gerobak Dan Pengumpul Barang Bekas). Berdirinya kelompok ini berawal dari keprihatinan terhadap opini negatif masyarakat terhadap pemulung atau pengumpul barang bekas, dimana pada awal tahun 2011 kemudian alhasil mereka memberikan keprihatinan itu kepada Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Gedang Bersatu Kelurahan Jalan Gedang.

BKM Gedang Bersatu yang merupakan kelompok dampingan dan fasilitasi sosial PNPM-P2KP sebagai kelompok dampingan Tim 3, ketika itu dikoordinir secara kolektif oleh Bapak Mardan Siregar, seorang tokoh masyarakat setempat yang tinggal di RT 7 Kelurahan Jalan Gedang. Oleh beliau, aspirasi ini ditampung, digodok dan difasilitasi untuk sanggup dimasukkan ke dalam rencana acara tahunan menurut kalender acara yang tertuang dalam PJM.

Bentuk dukungan terhadap usaha ini adalah dengan diberikannya tunjangan ekonomi bergulir secara sedikit demi sedikit kepada 12 KK penggiat perjuangan gerobak barang bekas, dan berikutnya 11 KK dan 20 KK. Tidak besar memang, namun bagi mereka dukungan ekonomi bergulir ini sangat berarti, alasannya dengan demikian mereka mempunyai modal perjuangan untuk membeli atau menampung barang bekas untuk kemudian mereka jual kepada penampung besar. 

Dalam rentang waktu selama setahun berjalan, ternyata kelompok usaha ini diminati oleh para pengumpul barang bekas dari kelurahan lain, sehingga alhasil perlahan-lahan KUGERBAS telah memfasilitasi lebih dari 150 KK dari 3 Kecamatan di Kota Bengkulu. Mereka alhasil mau menjalani profesi mereka dengan lebih berani, lebih terbuka dan lebih ulet tentunya, alasannya ada kelompok yang menyokong mereka. Opini masyarakat mengenai pemulung dan pengumpul barang bekas perlahan-lahan mulai berubah, yang tadinya dicap sebagai profesi yang beda-beda tipis dengan maling, sekarang masyarakat malah membutuhkan kehadiran kelompok profesi ini. 

KUGERBAS tidak hanya mengumpulkan barang bekas, namun turut membantu warga khususnya bagi warga yang akan melaksanakan pindah rumah atau pindah rumah. Kaprikornus kesan jelek yang selama ini menempel alhasil pudar dengan acara terorganisir yang mereka lakukan dalam membantu kebutuhan warga.

Pemberdayaan Dan Fluktuasi Angka Kemiskinan Tahun 2013

 persen menurut sasaran yang ditentukan oleh pemerintah  Pemberdayaan dan Fluktuasi Angka Kemiskinan Tahun 2013
Pemberdayaan dan Fluktuasi Angka Kemiskinan Tahun 2013 diperkirakan akan mencapai angka 9,5-10,5 persen menurut sasaran yang ditentukan oleh pemerintah dibanding posisi September 2011 sebesar 12,36 persen dari jumlah penduduk Indonesia.


"Ini sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2013," kata Direktur Penanggulangan Kemiskinan Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata dalam sosialisasi kebijakan pembangunan di Bandung, Kamis.

Ia menyebutkan, arah kebijakan RKP 2013 dalam penurunan tingkat kemiskinan mencakup mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan padat karya, menjaga kestabilan produksi dan ketersediaan stok materi pangan.

Selain itu, meningkatkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat, meningkatkan kapasitas masyarakat miskin dalam aspek jalan masuk permodalan kesehatan, pasar, ketrampilan perjuangan dan kelembagaan usaha.

Juga meningkatkan efektivitas pelaksanaan program-program pro rakyat dan meningkatkan kualitas pelayanan jaminan sosial terutama jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.

Rudy menyebutkan adanya sejumlah problem dan tantangan pada 2013, menyerupai kecenderungan perlambatan penurunan kemiskinan, masih rendahnya tingkat pemenuhan beberapa kebutuhan dasar (indikator kemiskinan non pendapatan).

Selain itu, adanya keterbatasan jangkauan atau cakupan manfaat proteksi dan problem disparitas jumlah dan persentase penduduk miskin antara Jawa/Bali dengan tempat lain di Indonesia.

Rudy menyebutkan pemerintah terus mengupayakan pengurangan kemiskinan menyerupai melalui sinergi klaster I sampai IV.

Menurut dia, pemerintah juga mempunyai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) dengan program-program lain melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI).

Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Juli 2012 melaporkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2012 berjumlah 29,13 juta orang atau 11,96 persen. Jumlah itu berkurang 890.000 orang dibandingkan bulan yang sama 2011.

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2011 tercatat sebesar 30,02 juta orang atau 12,49 persen dari total penduduk Indonesia. 




(sumber : ANTARANEWS -  Kamis, 5 Juli 2012)

Perbedaan Angka Profil Kemiskinan Di Indonesia

pemberdayaan masyarakat dan angka kemiskinan Perbedaan Angka Profil Kemiskinan Di Indonesia
Pemberdayaan Dan Profil Kemiskinan Di Indonesia. Sampai dengan tahun 2011, tingkat kemiskinan nasional telah sanggup diturunkan menjadi 12,49 persen dari 13,33 persen pada tahun 2010.


Keberhasilan dalam menurunkan tingkat kemiskinan di samping diperoleh melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan melalui 3 (tiga) klaster jadwal penanggulangan kemiskinan. 


Hasil yang diperoleh pada tahun 2011 dari Klaster I yang ditujukan untuk mengurangi beban pemenuhan kebutuhan dasar dan untuk memenuhi kebutuhan dasar anggota rumah tangga miskin melalui peningkatan saluran pada pelayanan dasar adalah: (1) realisasi penyaluran subsidi Raskin sebesar 2,9 juta ton bagi 17,5 juta rumah tangga sasaran akseptor raskin, dan adanya penyaluran Raskin ke-13 untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin akhir kenaikan harga-harga pangan, termasuk beras; (2) pemberian pelayanan Jamkesmas bagi 76,4 juta orang; serta (3) penyediaan beasiswa yang direncanakan untuk 4,7 juta siswa.


Sementara itu, pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2011 telah dilaksanakan bagi 772.000 rumah tangga sangat miskin (RTSM) di 88 kabupaten/kota pada 20 provinsi dengan kualitas yang semakin meningkat dimana telah terjalin koordinasi antara beberapa jadwal berbasis keluarga atau rumah tangga, menyerupai Jamkemas dan beasiswa miskin. Pelaksanaan PKH juga telah memperlihatkan imbas terhadap peningkatan siswa yang terdaftar pada satuan pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama sebesar 3,1 persen dan juga peningkatan kesehatan RTSM.


Sejalan dengan pelaksanaan jadwal Klaster I, hasil yang dicapai dalam pelaksanan jadwal Klaster II untuk tujuan Pemberdayaan Masyarakat diantaranya ialah sebagai berikut. Pada tahun 2011 pelayanan PNPM Mandiri Inti sudah dilaksanakan di 6.328 Kecamatan di seluruh Indonesia, dan akan terus dilanjutkan sehingga pada tahun 2012 PNPM Mandiri Inti akan meliputi di 6.623 Kecamatan, dengan penempatan 30.000 fasilitator sebagai pendamping masyarakat dan didukung dengan penyaluran tunjangan eksklusif masyarakat sebesar Rp 10,31 triliun yang berasal dari APBN dan APBD. 

Pelaksanaan PNPM Mandiri, juga didukung oleh pelaksanaan PNPM pendukung yaitu diantaranya: (i) PNPM Generasi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas generasi penerus; (ii) PNPM Kelautan dan Perikanan (PNPM-KP) yang ditujukan untuk memperlihatkan kemudahan tunjangan sosial dan saluran perjuangan modal; (iii) PNPM Agribisnis, yaitu Program Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP); serta (iv) PNPM Pariwisata yang gres masuk dalam PNPM Penguatan dengan tujuan berbagi kapasitas masyarakat dan memperluas kesempatan berusaha dalam acara kepariwisataan. Pelaksanaan PNPM telah meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pendapatan rumah tangga hingga 19 persen dan konsumsi rumah tangga hingga 5 persen dibandingkan dengan tempat yang tidak menerima PNPM. Selain itu, saluran terhadap kesehatan juga lebih besar 5 persen dan peningkatan kesempatan kerja yang lebih besar 1,25 persen di lokasi PNPM dibandingkan lokasi non PNPM.


Hasil yang dicapai dalam pelaksanan Klaster III ialah terlaksananya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM dan koperasi. Sejak tahun 2007 hingga dengan selesai tahun 2011 kredit yang tersalurkan hampir Rp 34,42 triliun, dan meliputi sekitar 3,81 juta nasabah dengan tingkat non-performing loan (NPL) mencapai 2,52 persen. Sebagian besar KUR diserap oleh sektor perdagangan, restoran, dan hotel (63,7 persen) dan pertanian (17,1 persen).

Penyaluran KUR sebagian besar berada di wilayah Jawa dengan volume KUR sebesar 50,2 persen dan proporsi debitur mencapai 61,0 persen. Pada periode tahun 2011, dana KUR yang disalurkan mencapai Rp 17,23 triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 1,4 juta nasabah. Pelaksanaan KUR telah memperlihatkan imbas terhadap peningkatan rata-rata aset perjuangan sebesar Rp 51 juta, aset rumah tangga sebesar Rp 12,66 juta dan pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 279.000 per bulan. Selain itu, KUR juga telah mengatasi pengangguran terselubung bagi debitur dan keluarganya, serta meningkatkan intensitas utilisasi tenaga kerja dan bantuan pada perekonomian nasional.


Selain kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan saluran pada pelayanan dasar menyerupai pangan, pendidikan, dan kesehatan, dalam rangka meningkatkan saluran penguasaan dan pemilikan tanah/lahan bagi masyarakat miskin, dilakukan pula penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T). Pada tahun 2011, telah dilakukan redistribusi tanah sebanyak 186.000 bidang. 




(sumber : TNP2K : Profil Kemiskinan di Indonesia )

Thursday, August 2, 2012

Prospek Perjuangan Kecil Melalui Revitalisasi Pasar 2013

Usaha Kecil dan Prospeknya Melalui Revitalisasi Pasar Tahun  Prospek Usaha Kecil Melalui Revitalisasi Pasar 2013
Usaha Kecil dan Prospeknya Melalui Revitalisasi Pasar Tahun 2013 - Kementerian Koperasi dan UKM akan merevitalisasi sebanyak 205 pasar tradisional di tingkat kecamatan dan pedesaan selama 2013.


Pasar-pasar tersebut nantinya menjadi kanalisasi produk-produk lokal supaya menerima tempat pemasaran yang layak Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Neddy Rafinaldy Halim mengatakan, pasar ini nantinya punya karakteristik tersendiri. Diupayakan supaya pasar terutama menjual produk-produk lokal. 




Revitalisasi satu pasar ditaksir Neddy memerlukan dana Rp 1 miliar. Sementara untuk pasar percontohan yang di kota kabupaten tergantung situasi dan kondisi setempat Pasar percontohan yang direncanakan berada di ibu kota kabupaten akan menjadi penyangga utama untuk semua pasar tradisional lainnya. Barang dari desa dipasarkan di pasar percontohan. Pasar percontohan juga memasok barang dan satu desa ke desa lainnya.


"Pasar-pasar itu akan dikelola oleh koperasi setempat dengan sasaran menyebarkan sektor UKM. Saat ini model pengelolaan pasar tersebut sudah dirapatkan dengan Badan Perencana Pembangunan Nasional dan disepakati oleh DPR," ungkap Neddy di Jakarta kemarin (29/8).


Selain itu, lanjut Neddy, pemerintah juga merencanakan untuk membangun pasar display khusus produk unggulan daerah. Di Cianjur-fawa Barat, contohnya akan dibangun pasar display lampu, yang berisi banyak sekali macam model lampu dan asesorinya dari produk lokal Di Bengkulu direncanakan untuk dibangun pasar display jeruk kalimansi dengan banyak sekali jenis produk terkaitnya.




(sumber : KemenkopUKM-Revitalisasi Ratusan Pasar di Pedesaan)

Dampak Pengajuan Syarat Kredit Yang Diperketat Lpdb

Usaha Kecil Dan Pengajuan Syarat Kredit Yang Diperketat Dampak Pengajuan Syarat Kredit Yang  Diperketat LPDB
Usaha Kecil Dan Pengajuan Syarat Kredit Yang Diperketat - Lembaga Pengelola Dana Bergulir memakai hasil perjuangan yang konkret dan umur organisasi minimal 2 tahun sebagai syarat bagi koperasi yang ingin mengakses pembiayaan di forum tersebut. 


Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB KUMKM) Kemas Danial menyampaikan teknis persyaratan itu wajib dipenuhi koperasi yang ingin memperkuat struktur modal dan meningkatkan acara usaha. "Satu persyaratan penting lainnya yang harus diperlihatkan koperasi ialah sudah berbadan hukum. Ini sebagai bukti legalitas dari unit perjuangan setiap koperasi yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya, kepada Bisnis di Jakarta, Rabu (29/8).



Sejak LPDB beroperasional pada 2008 sampai 8 Agustus 2012, forum ini telah menyalurkan kredit permodalan dan pembiayaan sebesar Rp2.4 triliun, sedangkan jumlah koperasi peserta dana mencapai 1.219 unit.

LPDB pada awalnya juga melayani pembiayaan melalui beberapa forum pembiayaan menyerupai perusahaan modal ventura kawasan (PMVD) dan forum keuangan perbankan serta koperasi. Namun, sekarang fokus memanfaatkan jaringan koperasi di seluruh Indonesia.Selanjutnya koperasi harus bertanggung jawab terhadap penyaluran dana bergulir kepada anggotanya sebagai pelaku perjuangan mikro dan kecil (UMK).

Dengan referensi ini LPDB berharap sistem pengembalian lebih terjamin alasannya ada forum koperasi sebagai koordinator penyaluran. "LPDB-KUMKM menyalurkan dana dengan bunga yang sangat rendah, yakni 6% per tahun atau sliding untuk koperasi sektor riil, serta 9% per tahun untuk koperasi sektor simpan pinjam," papar Kemas.


Dengan beban bunga sebesar itu, LPDB mengambarkan kebijakan yang dilaksanakan sesuai dengan acara pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, menekan angka pengangguran, serta meningkatkan daya saing ekonomi rakyat untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional.


Untuk meningkatkan kinerja penyaluran lebih luas lagi, LPDB juga merealisasikan pembukaan kantor perwakilan di beberapa provinsi. Sampai ketika ini pelayanan yang dilakukan terhadap kebutuhan UMK melalui koperasi tetap dari Jakarta.Meski demikian dari sisi pengembalian pinjaman, forum ini telah berbagi pengawasan secara aktif.

Divisi yang memonitor proteksi akan memberi peringatan kepada kawan atau koperasi yang belum melaksanakan kewajiban pembayaran bulanan.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM menjajaki kolaborasi dengan National Cooperative Council Belanda guna berbagi sistem keuangan mikro dan kolaborasi bisnis antar koperasi. 




(sumber : KemenkopUKM-LPDB Perketat Syarat Kredit)

Usaha Kecil Dan Wirausahawan Gres Dorongan Kepada Ikopin

Usaha Kecil Dan Wirausahawan Baru Dorongan Kepada Ikopin Usaha Kecil Dan Wirausahawan Baru Dorongan Kepada Ikopin
Usaha Kecil Dan Wirausahawan Baru Dorongan Kepada Ikopin - Institut Koperasi Indonesia dituntut menelurkan siswa yang mempunyai huruf wirausaha, sehingga diharapkan meningkatkan kemandirian perekonomian.



Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menyampaikan Ikopin sebagai satu-satunya perguruan tinggi tinggi yang menghasilkan kader-kader koperasi masa depan sanggup menjadi pionir dan panutan untuk membuat wirausaha-wirausaha gres di Indonesia. 


"Setelah menuntaskan pendidikan di Institut Koperasi Indonesia (Ikopin), jiwa wirausaha Anda harus ditumbuhkan," ungkapnya kepada mahasiswa gres Tahun Akademik 2012-2013 di Kampus Ikopin, Jatinangor, Jawa Barat. Kamis (30/8).


Pertumbuhan wirausaha gres dan muda masih tetap diharapkan alasannya jumlahnya ketika ini masih 1,56% dari total populasi penduduk masih lebih rendah dari level ideal sekitar 2%.
Sjarifuddin menyampaikan forum yang paling berpeluang mendukung penciptaan itu yakni Ikopin terutama melalui pendidikan ilmu koperasi.


Dukungan dari perguruan tinggi tinggi lain juga diharapkan sanggup memperbenyak kelahiran wirausahawan muda. Namun, beliau mengakui hingga ketika ini proses tersebut masih belum optimal alasannya sebagian besar perguruan tinggi tinggi kesulitan menghasilkan wirausahawan baru.


Dia menjelaskan 6% alumni perguruan tinggi tinggi di Indonesia atau sektiar 3 juta orang masih menganggur. "Ikopin diharapkan sanggup menambah jumlah wirausaha melalui pendidikan koperasi yang menga-r.ili kepada kewirausahaan," ujarnya.


Pengenalan agenda Tahun Akademik 2012-2013 itu dihadiri a.l. Rektor Ikopin Burhanuddin Abudullah dan Muslimin Nasution sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Ikopin yang juga mantan menteri kehutanan.


Menurut Sjarifuddin, koperasi sebagai entitas bisnis, mempunyai peranan besar untuk menjadi institusi atau gerakan ekonomi kerakyatan guna memenuhi kebutuhan pasar nasional. Adapun pertumbuhan koperasi per tahun rata-rata mencapai 7%. dan ketika ini mencapai 193.334 unit. 


(sumber : Bisnis Indonesia)

Monday, July 23, 2012

Cara Untuk Membangun Perjuangan Kecil Yang Tangguh Dan Kreatif

Cara Untuk Membangun Usaha Kecil Yang Tangguh Dan Kreatif Cara Untuk Membangun Usaha Kecil Yang Tangguh Dan Kreatif

Cara Untuk Membangun Usaha Kecil Yang Tangguh Dan Kreatif. Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia sudah selayaknya dilakukan dengan melaksanakan pemberdayaan dan peningkatan kualitas.


Jika selama ini suntikan modal yang dilakukan oleh pemerintah untuk berbagi UKM sudah dilakukan, namun lebih penting lagi yakni memperlihatkan pembelajaran biar UKM dapat tangguh bersaing dan mempunyai kreatifitas dalam membangun usaha. Dua hal tersebut lebih dapat memperlihatkan jaminan UKM Indonesia dapat lebih maju.


Media online merupakan salah satu alternatif pemasaran produk UKM yang mempunyai efek yang besar namun memerlukan budged yang rendah. Karena itu pemanfaatan media online bagi UKM sangat sesuai
.
Acara bertajuk Festival UKM Nasional: Menuju UKM yang Tangguh dan Kreatif” pada tanggal 31 Maret 2012 di Convention Hall, SMESCO Tower, Jakarta, merupakan upaya beberapa kalangan untuk memperlihatkan pembekalan bagi UKM biar mempunyai daya saing di tingkat lokal maupun Global.


Program “Bisnis Lokal Go Online” ini merupakan inisiatif sebuah inisiatif dari GOOGLE bekerja sama dengan Kementerian Koordinasi Perekonomian, Kementerian Industri, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Bakrie Connectivity, Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM), Melsa dan Multiply.com sebagai kawan program.

Acaranya sendiri didesain sebagai seminar, workshop untuk site-builder dari Google, serta ekspo case study pelaku UKM yang sukses di dunia online.

Acara yang diselenggarakan secara gratis ini tersedia untuk anda pelaku UKM, terutama yang ingin mempelajari banyak hal untuk meningkatkan bisnisnya. Dalam aktivitas tersebut akan diisi dengan kegiatan :
  • Belajar Low Budget, High Impact Marketing Langsung Dengan Hermawan Kartajaya.
  • Belajar Goblok Bersama Bob Sadino
  • Belajar Menjadi UKM Yang Super Langsung Dengan Mario Teguh.
  • Gratis Bawa Pulang Website dan Domain premium CO.ID atau WEB.ID Untuk Anda mulai perjuangan di dunia Online.
  • Tips dan training yang berkelanjutan

Manfaat Tik Dan Cara Meningkatkan Bisnis Ukm

Manfaat TIK Dan Cara Meningkatkan Bisnis UKM Manfaat TIK Dan Cara Meningkatkan Bisnis UKM
Manfaat TIK Dan Cara Meningkatkan Bisnis UKM. Teknologi Informasi Dan Komunikasi telah mendorong pertubuhan ekonomi dan sektor kehidupan lain menjadi lebih baik. Usaha Kecil dan Menengah tidak ketingalan ikut merasakan manisnya perkembangan teknologi tersebut.


Pemanfaatan Teknologi oleh pelaku Usaha Kecil dan menengah bisa mengakibatkan perjuangan kecil berkembang dengan pesat. Perputaran bisnis di kalangan para pelaku usaha  kecil dan menengah (UKM), nilainya bisa melonjak triliunan rupiah bila saja mereka menerapkan solusi teknologi komunikasi warta (TIK) yang tepat.



Executive General Manager Telkom Divisi Business Service Slamet Riyadi menuturkan, prospek bisnis UKM melalui TIK akan mencapai Rp 18,6 triliun di tahun 2014 mendatang. Melonjak 60,3% dari nilai bisnis di 2010 yang diperkirakan berjumlah Rp 11,6 triliun.

“Dengan solusi TIK yang tepat, bisnis UKM per tahunnya bisa tumbuh 12,83% bila dilihat dari Compound Annual Growth Rate atau CAGR,” jelasnya melalui surat elektronik yang dikutip detikINET, Senin (29/3/2010).

Melalui santunan solusi TIK yang sesuai kebutuhan para pebisnis UKM, Slamet bahkan optimistis nilai bisnis di kalangan pengusaha kelas small medium enterprise (SME) ini akan mulai meningkat 10,9% menjadi Rp 12,87 triliun di tahun 2011 mendatang.

Menurut Slamet, komunitas UKM atau SME yang melek TIK, mulai tumbuh dan membutuhkan solusi serta mobilitas yang bisa menunjang kelancaran bisnisnya. Kebutuhan akan TIK di segmen UKM ini, sayangnya, selama ini belum dilayani secara serius.

“Itu sebabnya, Telkom membentuk Divisi Business Service atau DBS untuk melayani para pelaku bisnis UKM ini. Posisi kami di sini tidak hanya sekadar mengatakan solusi TIK saja, namun juga untuk membantu masyarakat memberdayakan ekonominya,” papar Slamet.

DBS sendiri dibuat khusus oleh Telkom untuk mengelola pelanggan bisnis yang sebagian besar merupakan segmen UKM. Pada segmen ini, Telkom akan mengatakan bermacam-macam solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis melalui penerapan TIK yang tepat.

“Beberapa aplikasi cloud computing berbasis platform as as services (PAAS) sudah disiapkan Telkom, di antaranya e-UKM, aplikasi untuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat), aplikasi untuk pengelolaan koperasi, pendidikan, dan lainnya,” papar Slamet.

Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi, sampai Juni 2009 kemudian jumlah koperasi di Indonesia telah mencapai 166.155 unit, dengan permodalan koperasi aktif yang terdiri dari modal sendiri Rp 27,27 triliun dan modal luar Rp 36,25 triliun dengan nilai volume perjuangan Rp 55,26 triliun.

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun kemudian juga mencatat jumlah UKM di Indonesia sebanyak 520.220 unit. Diperkirakan akan ada 600.000 pelaku UKM gres pada 2010 ini. Sementara dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan semenjak Januari 2008-Januari 2010 sekitar Rp 17,541 triliun untuk 2,4 juta debitur.

Sektor tertinggi investasi yang dilakukan kalangan SME atau UKM yakni pada bidang jasa (57%), perdagangan (20%), dan manufaktur (23%). SME atau UKM bahkan ditengarai memberi donasi terhadap Pendapatan Domestik Bruto nasional sebesar 54%. (sumber : GALERI UKM)

Wednesday, July 18, 2012

Cara Untuk Membangun Masyarakat Cerdas : Opini Pemberdayaan

Miskin yaitu dongeng usang dan selalu menjadikan permasalahan yang meresahkan Cara Untuk Membangun Masyarakat Cerdas : Opini Pemberdayaan
Cara Untuk Membangun Masyarakat Cerdas : Opini Pemberdayaan.  Miskin yaitu dongeng usang dan selalu menjadikan permasalahan yang meresahkan. Permasalahan ini menjadi problem dunia. 

MDGs mencoba menunjukkan solusi untuk menangani permasalahan ini.Solusi ini dibutuhkan sanggup menjadi tolak ukur dalam menuntaskan segala problem terkait kemiskinan di seluruh dunia.


Jangan beri Ikan, tapi beri kail

Istilah  ini sering kita dengar saat seorang fasilitator mencoba membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membiasakan diri untuk meminta bantuan. Adanya program-prgoram pemberian baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga lainnya menjadikan masyarakat biasanya menjadi sangat manja, praktis meratap dan praktis putus asa. Dampak negatifnya terjadi kecemburuan sosial yang berujung pada meningkatnya angka kriminalitas, angka depresi dan lainnya. Sehingga menjadi generasi yang tidak berguna.

Di satu sisi pendapat ini bisa jadi benar, namun di sisi lain bisa jadi kurang tepat. Karena tidak semua kelompok masyarakat benar-benar membutuhkan fasilitasi berwujud pendampingan, namun membutuhkan fasilitasi kebutuhan yang benar menyerupai makanan, minuman, pakaian, pendidikan dan sebagainya. Masalah kesadaran, penyadaran,menyadarkan dan segala bentuk definitif yang berkaitan dengan kesadaran sosial bisa menjadi prioritas nomor kesekian apabila kebutuhan fisik sudah terpenuhi. Bencana alam, kebakaran massal, perang, yaitu sedikit dari sejumlah faktor aktual kenapa masyarakat sebuah negara menjadi miskin, bukan hanya sekedar bahwa insan itu malas, tidak punya pendidikan dan tidak bisa menangkap atau memanfaatkan kesempatan yang ada untuk keluar dari status kemiskinan.

Tapi apakah angka kemiskinan yang menyerupai itu sangat besar di negeri ini sehingga harus menghabiskan anggaran yang besarnya triliunan? Sepertinya harus dipikirkan dan didata kembali angka yang valid, sehingga penanganan kasus kemiskinan tidak berkutat dalam program charity yang menciptakan masyarakat tidak kreatif.

Perlu diingat bahwa masyarakat Indonesia tiba-tiba persentasinya naik menjadi 50 % per tahun 2011 !!! Apakah ini berarti bahwa program-program pendampingan pro poor yang seharusnya dibutuhkan bisa menurunkan angka kemiskinan benar-benar tidak efektif ?  Atau malah pendampingan sosial justru lebih menyadarkan masyarakat bisa semoga 'pintar-pintar' memposisikan dirinya supaya sama menyerupai masyarakat awam lainnya yang kurang bisa yang sebetulnya lebih pantas mendapat perhatian ?

Belum lagi ditambah dengan perilaku masyarakat yang tidak peduli dengan kriteria miskin yang telah ditetapkan contohnya dalam BLT, JAMKESMAS dan program charity lainnya. Sehingga menjadikan salah target bagi akseptor manfaatnya.

Ketika Masyarakat harus Cerdas
MDGs telah menunjukkan isyarat yang terang untuk penanggulangan kemiskinan secara tuntas. Dimana saat masyarakat sedang lapar bukan hanya diberi makan saja. Ketika sudah kenyang, mereka harus diajak berfikir untuk mencoba keluar dari kemiskinan. Tampung semua keluhan mereka, dari sisi kesehatan, lingkungan, keahlian yang sangat minim hingga pada kasus permodalan usaha.

Kemudian ajak diskusi dengan mereka bagaimana caranya untuk keluar dari kukungan kemiskinan. Keinginan yang dibutuhkan dijadikan teladan yang realistis dan sangat mungkin untuk direalisasikan. Hal ini harus digabungkan dengan potensi pemecahan permasalahan dari lingkungan terdekat dahulu. Karena setiap wilayah (contoh Desa) niscaya ada potensi pemecahan masalah, biasanya masyarakat telah tahu pemecahanannya, tapi berat untuk menjalankannya.

Memang perlu leader/fasilitator yang handal, perlu waktu untuk merubah paradigma yang terbiasa pasrah menjadi jiwa pejuang.Tapi itu yaitu proses belajar, dimana saat ingin mewujudkan masyarakat cerdas perlu waktu untuk belajar. tidak semudah membalikan telapak tangan.

Prinsip Membangun masyarakat Cerdas:
  1. Jadikan kejujuran hal yang paling utama
  2. Jangan pikir nanti jadi apa, tapi pikirkan apa yang harus dikerjakan kini untuk persiapan masa depan
  3. Dapat membangun forum yang dipercaya
  4. Dapat merencanakan acara untuk 3 tahun kedepan apa yang akan dilakukan
  5. Dapat membangun kebersamaan dengan pihak lain
Kejujuran yaitu hal utama dalam memperbaiki segala hal, begitu pula halnya untuk membangun masyarakat cerdas.

Ketika transparansi dan akuntabilitas berjalan dengan baik, maka otomatis akan menjadikan kepercayaan dari masyarakat. Ketika kepercayaan itu telah ada, maka akan praktis bagi fasiltator/lembaga untuk membangun masyarakat cerdas yang didalamnya penuh dengan kebersamaan dan ide-ide kreatif untuk kesejahteraan wilayah (desa) masing-masing.

Yang menjadi hambatan kini yaitu saat golongan masyarakat elit dan lebih bisa secara ekonomi 'lebih sadar' dan 'pintar-pintar' memposisikan diri, sehingga  kesempatan yang seharusnya diberikan kepada golongan miskin malah 'tepat sasaran' kepada golongan tadi. Maka seluruh komponen yang terkait juga harus 'lebih sadar' dan 'lebih peka' untuk memilih prioritas utama kepada siapa seharusnya penyadaran tadi diimplementasikan, atau dengan kata lain menempatkan kebijakan yang benar pada orang yang sempurna dan kondisi yang tepat.


 (referensi : Fasilitator Masyarakat : Membangun Masyarakat Cerdas) - Artikel ini juga telah diposting di Kompasiana : Opini Pemberdayaan Dalam Membangun Masyarakat Cerdas

Tuesday, July 17, 2012

Penambahan Anggaran Sosial Untuk Pengentasan Kemiskinan

Pengentasan Kemiskinan Dengan Anggaran Sosial Penambahan Anggaran Sosial Untuk Pengentasan Kemiskinan
Penambahan Anggaran Sosial Untuk Pengentasan Kemiskinan. Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri meminta Pemerintah Daerah (Pemda), ikut mendukung pengentasan kemiskinan. Salah satunya dengan memperlihatkan anggaran lebih banyak kepada Dinas Sosial di masing-masing daerah.

”Anggaran kawasan untuk dinas sosial harus ditambah. Pemerintah daerah, harus membantu pengentasan kemiskinan,” kata beliau sesudah memberi santunan penderita lumpuh di Desa Kedungwringin, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Sabtu (7/7).

Menteri membantu empat anak purnawirawan Polisi Republik Indonesia (alm) Peltu Sahirun. Mereka abang beradik, Amin Muntoha, Musiaroh, Musinah, dan Riyatin. Mereka menderita lumpuh. Selama ini, kebutuhan hidup belum dewasa itu ditanggung oleh Kiswanto (30), anak kedua yang sehat, belas kasihan warga sekitar, dan bantuan.

Pegentasan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjadi masalah serius, termasuk di dalamnya kemiskinan. Pemerintah pusat, menciptakan sasaran tahun 2014, kemiskinan dapat turun 8-10 persen.  ”Peran pemda itu misalnya, 50 persen. Nanti kami siapkan juga 50 persen untuk mengatasi kemiskinan atau PMKS,” kata dia. Karena itu pemda dan pemerintah sentra perlu bersinergi.

Di Kandang Babi

Penderitaan abang beradik Amin Muntoha, sudah mereka rasakan semenjak 2005. Karena keterbatasan ekonomi, mereka pernah terpaksa tinggal di bekas sangkar babi. Pemerintah daerah, Polisi Republik Indonesia melalui Polres Banyumas, dan sejumlah pihak, termasuk Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) mulai memberi perhatian.

Kemensos memberi santunan bangku roda, paket sembako, dan sejumlah uang santunan. Dengan santunan bangku roda, tiga perempuan bersaudara itu mengaku senang dan terharu. Sebelumnya, hanya Amin Muntoha (anak pertama) yang berkursi roda.

Kades Kedungwringin, Sirin, selain berterima kasih, juga memberikan bahwa penderita lumpuh tersebut membutuhkan training ketrampilan. Amin misalnya, selama ini mempunyai keahlian menciptakan wayang dari kertas kardus. Sementara tiga perempuan bersaudara juga berbakat menjahit.

”Yang paling diharapkan yaitu training dan pemberdayaan dari pemerintah dalam hal ini Kemensos. Dengan training dan pemberdayaan sesuai ketrampilan mereka, maka, di masa depan mereka dapat hidup mandiri,” kata Sirin dalam dialog.

Menanggapi hal itu, Mensos Salim Segaf Al Jufri berjanji akan segera menindaklanjuti. Dalam sepekan akan segera ada keputusan, apakah penderita lumpuh tersebut akan dimasukkan panti rehabilitasi, atau masuk ke training untuk dididik.

Dalam kunjungannya, Salim Segaf juga melaksanakan sejumlah kegiatan, di antaranya memperlihatkan santunan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) perkotaan dan pedesaan di Banyumas. Total peserta RTLH dari APBN sebanyak 88 rumah.


Ada juga santunan untuk balita tanpa anus di Kecamatan Sumbang. Selebihnya, Menteri melaksanakan kunjungan dan menyalurkan santunan ke Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) Satria di Baturraden, Banyumas.



 (sumber : KEMENSOS RI-Anggaran Dinas Sosial Harus Ditambah)

Pemberdayaan : 50% Penduduk Menjadi Miskin ?

 penduduk yang pendapatannya naik melebihi garis  kemiskinan kembali tercatat sebagai pend Pemberdayaan : 50% Penduduk Menjadi Miskin ?
Pemberdayaan : 50% Penduduk Menjadi Miskin ? ::: Informasi dari Jakarta, Lebih dari 50% penduduk yang pendapatannya naik melebihi garis kemiskinan kembali tercatat sebagai penduduk miskin pada tahun berikutnya.



Ekonom Bank Dunia Vivi Alatas menyampaikan kecenderungan tersebut menjadikan laju penurunan angka kemiskinan di Indonesia semakin lambat setiap tahun.


Data BPS menyatakan laju penurunan presentase penduduk miskin terhadap jumlah penduduk year on year bulan Maret turun secara sedikit demi sedikit dari 1,16% pada 2008 menjadi 0,53% pada 2012.


“Kemiskinan kini ada di  end tails [ujung ekor] yang memang lebih sedikit daripada yang di tengah, ini butuh perjuangan lebih,” katanya hari ini, Senin (9/7/2012).


Dia menjelaskan laju pertumbuhan niscaya melambat sebab kenaikan pendapatan yang diperlukan penduduk sangat miskin untuk naik ke atas garis kemiskinan lebih tinggi. 


Pada presentase penduduk miskin yang ketika ini sudah mencapai 11,96%, lanjutnya, sebagian besar perubahan demografi terjadi pada penduduk berpendapatan di sekitar garis kemiskinan.


“Kalau dilihat, setiap tahun orang yang naik turun sama, sanggup lebih dari 50%. Kalau kini sudah tidak miskin bukan berarti tahun depan tidak lagi,” lanjut Vivi. 


Ekonom Indef Enny Sri Hartati menyampaikan peningkatan koefisien gini dari 0,38 pada Maret 2011 menjadi 0,41 menujukkan tingkat kemiskinan penduduk relatif di Indonesia semakin buruk.


Koefisien tersebut menggambarkan bahwa 20% dari penduduk Indonesia menguasai 48% pendapatan domestik bruto, sedangkan lebih banyak didominasi 80% menguasai 52% pendapatan domestik bruto.


Dia menambahkan presentase penduduk miskin seharusnya turun 0,8% tiap ekonomi tumbuh 1% untuk mencapai pembangunan ekonomi yang optimal.


“Padahal anggaran pemerintah untuk kemiskinan naik terus, artinya aktivitas kemiskinan pemerintah tidak sempurna sasaran,” kata Enny.


Vivi menyampaikan angka turnover demografi yang tinggi di sekitar garis kemiskinan dibarengi oleh peningkatan koefisien gini menerangkan pemerintah harus merancang aktivitas pengentasan kemiskinan yang lebih komperhensif.


Pemerintah diminta untuk merancang kebijakan yang mencakup aktivitas penanggulangan kemiskinan berbasis promosi penduduk miskin menjadi penduduk tidak miskin dan perlindungan penduduk tidak miskin yang berpendapatan sedikit di atas garis kemiskinan.


“Jangan terus-terusan yang sudah keluar [dari kemiskinan] masuk lagi. Pemerintah harus menciptakan definisi penduduk miskin yang lebih detil, bukan hanya siapa saja yang di bawah garis kemiskinan tapi siapa saja yang rentan,” kata Vivi. 




(sumber  : Bisnis Indonesia )

Monday, July 16, 2012

Pnpm Berdikari Papua Butuh 900 Tenaga Pendamping

PNPM Mandiri Papua Butuh Banyak Tenaga Pendamping PNPM Mandiri Papua Butuh 900 Tenaga Pendamping
PNPM Mandiri Papua Butuh 900 Tenaga Pendamping. Informasi dari Jayapura, Provinsi Papua membutuhkan 900 tenaga pendamping untuk menjalankan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Rencana Strategis Pembangunan Kampung (Respek) di wilayah tersebut.


"Dari 388 distrik (kecamatan) yang ada di Papua, harusnya terisi 900 lebih tenaga pendamping PNPM Mandiri-Respek, tetapi yang gres terisi untuk pendamping pemberdayaan gres 160 orang sedangkan pendamping teknik gres 200 orang," kata Koordinator Provinsi PNPM Mandiri-Respek Papua Susiyanto di Jayapura, Papua, Kamis (26/07).

Ia menjelaskan, untuk mengisi kekurangan tenaga pendamping PNPM Mandiri-Respek tersebut, pihaknya telah membuka lowongan pekerjaan dan merekrut tenaga teknik, akan tetapi isu terkini warga Papua masih kurang.

"Kekosongan itulah maka kita merekrut tenaga teknik, sebelumnya kita telah membuka pendaftar reguler untuk S1 dan yang mendaftar ada 60 orang, tetapi yang mendaftar ulang hanya 40 orang kemudian yang lolos 37 orang," katanya.

Saat ini, pihaknya sedang menunggu dana dari sentra untuk training pratugas para tenaga pendamping yang lolos seleksi dan kemungkinan acara itu akan diselenggarakan sesudah Idulfitri mendatang.

Terkait dengan kekosongan dan sulitnya mendapat pendamping tenaga teknik, pihaknya mendapat santunan dari USAID melalui Lembaga Bhakti untuk mendidik belum dewasa lulusan Sekolah Menengah kejuruan dan SMU, Jurusan IPA selama enam bulan.

"Yang kami harapkan dalam waktu enam bulan sesudah melalui pelatihan, para tenaga teknik lulusan Sekolah Menengah kejuruan dan SMU Jurusan IPA sudah bisa melaksanakan pendampingan dan mendesain agenda infrastruktur di kampung yang diperlukan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, registrasi untuk posisi itu sudah mulai semenjak beberapa waktu dan ditutup pada Rabu (25/7). Ia berharap, September 2012 training terhadap mereka sudah berjalan, sedangkan tenaga yang akan direkrut sebanyak 300 orang. Sebanyak 200 orang di antaranya untuk penempatan di Papua dan 100 orang lainnya untuk penempatan Papua Barat.

"Dengan adanya penerimaan dan training ini berharap bisa memenuhi kekosongan yang selama ini terjadi dan tidak lagi menjadi suatu hambatan," katanya.
Informasi yang didapatkan ANTARA Jayapura, ketika ini PNPM Mandiri-Respek mempunyai 360 tenaga pendamping. 



(sumber : Bisnis Indonesia).

Bagaimana dengan Bengkulu, apakah membutuhkan tenaga pendamping komplemen ...?

Saturday, July 14, 2012

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Taktik Secara Konseptual

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Strategi Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Strategi Secara Konseptual
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Strategi Pendampingan Secara Konseptual. Pemberdayaan Masyarakat mempunyai definisi yang bermacam-macam namun mempunyai keterkaitan satu sama lain. Namun yang mempunyai kaitan dekat terhadap taktik pendampingan sosial ialah berdasarkan Ife ((1995:182).

“Providing people with the resources, opportunities, knowledge and skills to increase their capacity to determine their own future, and to participate in and affect the life of their community”.  
(Menyiapkan kepada masyarakat berupa sumber daya, kesempatan, pengetahuan dan keahlian untuk meningkatkan kapasitas diri masyarakat di dalam menentukan masa depan mereka, serta berpartisipasi dan menghipnotis kehidupan dalam komunitas masyarakat itu sendiri).


Salah satu taktik yang tidak umum digunakan dalam proses pemberdayaan masyarakat ialah pendampingan. Menurut Sumodiningrat (2009:106), pendampingan merupakan acara yang diyakini bisa mendorong terjadinya pemberdayaan fakir miskin secara optimal. Perlunya pendampingan dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan pemahaman diantara pihak yang memperlihatkan dukungan dengan target akseptor bantuan. Kesenjangan sanggup disebabkan oleh banyak sekali perbedaan dan keterbatasan kondisi sosial, budaya dan ekonomi. Dalam melaksanakan tugasnya, para pendamping memposisikan dirinya sebagai perencana, pembimbing, pemberi informasi, motivator, penghubung, fasilitator, dan sekaligus evaluator. Kegiatan pemberdayaan sanggup dilakukan melalui pendampingan sosial. terdapat 5 (lima) acara penting yang sanggup dilakukan dalam melaksanakan pendampingan sosial, yaitu:

1. Motivasi
Masyarakat khususnya keluarga miskin perlu didorong untuk membentuk kelompok untuk mempermudah dalam hal pengorganisasian dan melaksanakan acara pengembangan masyarakat. Kemudian memotivasi mereka semoga sanggup terlibat dalam acara pemberdayaan yang nantinya sanggup meningkatkan pendapatan mereka dengan memakai kemampuan dan sumber daya yang mereka miliki.

2. Peningkatan Kesadaran dan training kemampuan
 Membantu masyarakat miskin untuk membuat sumber penghidupan mereka sendiri dan membantu meningkatkan keterampilan dan keahlian mereka sendiri melalui pendidikan dasar, pemasyarakatan imunisasi dan sanitasi, sedangkan untuk persoalan keterampilan bisa dikembangkan melalui cara-cara partisipatif. Sementara pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat melalui pengalaman mereka sanggup dikombinasikan dengan pengetahuan yang dari luar.

3. Manajemen diri
Pada tahap awal, pendamping membantu mereka untuk membuatkan sebuah sistem. Kemudian memperlihatkan wewenang kepada mereka untuk melaksanakan dan mengatur sistem tersebut, dimana setiap kelompok harus bisa menentukan atau mempunyai pemimpin yang nantinya sanggup mengatur acara mereka sendiri menyerupai melaksanakan pertemuan-pertemuan atau melaksanakan pencatatan dan pelaporan.

4. Mobilisasi sumber
Pengembangan sistem penghimpunan, pengalokasian, dan penggunaan sumber-sumber ini perlu dilakukan secara cermat sehingga semua anggota masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan hal ini sanggup menjamin kepemilikan dan pengelolaan secara berkelanjutan. Ini didasari oleh pandangan bahwa setiap orang mempunyai sumber daya yang sanggup diberikan dan kalau sumber-sumber ini dihimpun, maka nantinya akan sanggup meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat secara substansial.

5. Pembangunan dan pengembangan jaringan
Pengorganisasian kelompok-kelompok swadaya masyarakat perlu disertai dengan peningkatan kemampuan para anggotanya membangun dan mempertahankan jaringan dengan banyak sekali sistem sosial disekitarnya. Jaringan ini sangat penting dalam menyediakan dan membuatkan banyak sekali jalan masuk terhadap sumber dan kesempatan bagi peningkatan keberdayaan masyarakat miskin.

Upaya yang dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat berdasarkan konsep ini ialah dengan meningkatkan kemampuan atau kapasitas masyarakat khususnya masyarakat miskin. Meningkatkan kemampuan dan kapasitas masyarakat ini disebut juga dengan penguatan kapasitas (capacity building), yaitu suatu proses meningkatkan atau merubah teladan sikap individu, organisasi, dan sistem yang ada di masyarakat untuk mencapai tujuan yang dibutuhkan secara efektif dan efisien. Sehingga masyarakat sanggup memahami dan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki untuk mencapai tujuan pemberdayaan, yaitu kesejahteraan hidup masyarakat.  Jadi, taktik pendampingan sangat efektif dan efisien dalam proses pemberdayaan masyarakat, lantaran dengan adanya pendampingan maka kapasitas masyarakat sanggup dikembangkan atau diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sehingga pada karenanya sanggup meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat dan secara tidak pribadi sanggup membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan. 



(sumber : Erick Azof : Pendampingan Sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat).