Showing posts with label Life Style. Show all posts
Showing posts with label Life Style. Show all posts

Monday, May 21, 2018

Angka Obesitas Anak 11 Tahun Di Inggris, Lebih Besar Dari Amerika

Obesitas

Baru-baru ini, media Inggris Daily Mail mengumumkan bahwa anak-anak usia 11 tahun di Inggris mengalami angka obesitas yang tinggi, dan ini di duga telah menyusul angka obesitas pada anak-anak yang ada di Amerika.

Sementara itu diketahui proporsi anak-anak AS yang berusia 9 hingga 11 tahun yang mengalami obesitas sebanyak 18,5%. Sedangkan angka untuk anak-anak di tahun terakhir sekolah dasar mereka di Inggris mencapai rekor tertinggi 20%. Ini jelas-jelas angka yang memprihatinkan.

Di lain sisi, anak-anak sekolah menengah juga lebih gemuk.

Dalam Survei Kesehatan di Inggris, 23% anak-anak berusia 11 hingga 15 tahun mengalami obesitas pada tahun 2016.

Sementara di Amerika, 20,6% anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun mengalami obesitas.

Bukankah sudah jelas bahwa Inggris mendahului Amerika?


Simon Capewell, yang merupakan seorang profesor di bidang kesehatan masyarakat dan kebijakan di Liverpool University, mengatakan:

''Ketakutan terburuk kami telah terjadi. Kami telah sepenuhnya mengadopsi gaya hidup Amerika dengan konsekuensi yang tak terelakkan. Pemerintah perlu membela anak-anak kita." Ungkapnya, seperti yang Im4j1ner lansir dari laman dailymail.co.uk (21/5/2018)

"Kami memiliki epidemi obesitas pada anak-anak dan ini diterjemahkan menjadi epidemi penyakit pada orang dewasa, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker umum dan masalah kesehatan mental. Ini adalah bencana yang dapat dicegah." Tambahnya.

Sementara itu, seperti data yang di dapat dari Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) melaporkan bahwa tingkat obesitas dewasa di Inggris meningkat dari 14% menjadi 26,9%, antara 1991 dan 2015, meningkat 92%.

Hal ini sebanding dengan peningkatan tingkat obesitas dari 23,2% pada 1991 menjadi 38,2% pada tahun 2014, naik 65%, di Amerika.

Padahal sebelumnya, Amerika merupakan negara yang paling gemuk di 34 negara OECD dan masih memiliki tingkat obesitas anak yang lebih tinggi daripada Inggris.

Namun, pengungkapan bahwa proporsi yang lebih besar dari usia 11 tahun di Inggris yang mengalami obesitas, mengharuskan Theresa May di bawah tekanan baru untuk menekan pemasaran junk food.

May merupakan pengungkapan strategi anti-obesitas baru dalam beberapa minggu.


Walikota London, Sadiq Khan, mengumumkan bulan ini bahwa ia berencana untuk melarang iklan untuk makanan tinggi garam, lemak dan gula dari jaringan Tube dan bus ibukota.

Sebuah laporan pemerintah telah memperingatkan bahwa tingkat obesitas cenderung meningkat dari seperempat orang dewasa menjadi setengah pada tahun 2050, biaya NHS sekitar £ 10 miliar setahun. Biaya ekonomi yang lebih luas adalah £ 50 miliar per tahun.


Bisnis Tanpa Modal? Gadis Asal Bandung Ini Membuktikannya! Omzetnya Hingga Puluhan Juta Dan Merajalela Keluar Negeri

Bisnis tanpa modal


Bisnis tanpa modal, bagi kebanyakan orang itu adalah hal yang mustahil. Karena di jaman yang sekarang, semuanya hampir membutuhkan uang, begitupun sebuah usaha ataupun bisnis.

Tanpa adanya modal, tentu saja itu tidak akan terealisasi.

Tapi sayangnya, seorang wanita asal Bandung ini, Youlanda Nurul Iyazha, membuktikan bahwa teori tersebut salah besar!

Pasalnya dirinya telah sukses berkat bisnisnya tersebut yang 'tanpa modal'. 

Dirinya hanya memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumahnya.
Awalnya ia hanya berniat membuat nuansa baru pada pakaian-pakaian yang dikenakannya.

Ia pun kemudian mulai bereksperimen menggunakan cat dan pakaian bekas yang ada di lemarinya. 


Tanpa di sangka, ternyata kreasinya itu berhasil menarik perhatian teman-temannya, dan teman-temannya pun ingin memiliki baju yang sudah di modifikasi olehnya.

Iyung (panggilan akrabnya) pun memulai bisnisnya itu pada usia muda, 19 tahun.

Dan atas permintaan teman-temannya itulah, Iyung mulai serius bereksperimen menciptakan karakter pakaian dengan konsep lukis abstrak, di tahun 2012. 

"Awal itu malah nggak kepikiran jualan, baju polosan (kaos) kan bosen ya dipakai itu-itu lagi. Jadi kaos sama kupluk yang ada di lemari itu dicoret- coret pakai cat minyak. Tapi jadinya malah bagus, pas dipakai dan anak-anak (teman-teman) lihat mereka pada tertarik dan pelan pelan mulai ada permintaan," jelas dia mengutip detik.com (20/5/2018).

Awal mulai bisnisnya, pemesanan yang ia dapat hanya datang satu sampai dua.
Namun ia tidak menyerah begitu saja.
Di tahun 2013 Ia mulai serius dengan bisnis fashion yang ia buat itu.

Meski begitu, Iyung tidak terlalu memfokuskan bisnis kaos lukis abstrak, karena permintaan kupluk lebih tinggi dibandingkan kaos pada saat itu.


"Awalnya kaos abstrak itu sudah ada tapi pesanannya nggak sebanyak kupluk sama topi. Kebetulan kan Papa bisa jahit dan bordir jadi awalnya dari situ, dari sana terkumpul modal Rp 15 juta, meski sebagian masih ditambahin dari orang tua. Saya mulai bisnis kaos, tas sampai topi yang dilukis abstrak,"  ungkapnya.

Tak puas disitu, bisnisnya tersebut hingga sampai saat ini telah merambah apparel lain seperti jaket, celana dan dress. Berbagai kreasi dan desain abstrak ia gambar secara handmade atau manual.
Masih mengutip detik.com,
Iyung pun mengungkapkan bahwa konsep warna abstrak berupa cipratan dan gradasi warna yang begitu hidup dan unik ini terinspirasi dari Band Indie Rock asal Inggris yaitu Stone and Roses.

Dalam cover albumnya Stone and Roses, tampak latar belakang menggunakan cipratan-cipratan cat yang konsepnya sama dengan warna-warna yang diaplikasi pada pakaian hasil kreasinya. 

"Dari dulu memang suka Stone and Roses, jadi pengin saja gambar konsep itu ke nuansa yang lain. Kalau mereka kan mencolok banget ya sama warna kuning, biru muda. Kalau Youzha cipratannya lebih kalem," kata dia.


Menginjak tahun ke enam bisnisnya saat ini, dan usia Iyung yang sudah 25 tahun, Iyung mengaku bahwa dirinya semakin menikmati bisnis fashion yang dirintisnya ini.

Bagaimana tidak? Saat ini omzet yang ia dapatkan dari baju dan jaket mencapai Rp 30 juta/bulan. 

"Sekarang alhamdulilah Rp 30 juta/ bulan, nyaman bisnis gini sih. Soalnya dari dulu memang nggak pernah betah jadi karyawan, pernah dulu kerja di Bank cuma betah sehari, admin distro cuma dua hari, itu juga cuma buat ambil sistem pembukuan sama pemasaran online buat kembangin bisnis sendiri, karena kan awal itu ngeblank pisan soal pemasaran, dulu cuma bisa lukis aja," kata dia.

Pemasaran Youzha (nama produknya) saat ini sudah sampai Jerman dan Amerika, namun saat ini Perempuan Lulusan SMA 9 Bandung ini hanya akan fokus untuk menggarap pasar dalam negeri. 

Ia mengaku kunci dari kesuksesan dan kelancara usahanya yaitu ia begitu menyukai seni. Berekspresi melalui gambar dan karya yang ia ciptakan dalam setiap karya terbarunya.

"Pokonya lakukan apa yang disukain. Buat sesuatu yang nyata dari apa yang kamu sukai. Jangan terpaksa. Dulu malah keluarga nggak ada yang dukung malah nyaranin kedokteran, akutansi tapi da nggak suka. Dihina karena malah pilih jualan. Tapi saya yakin ini yang terbaik karena kan, kalau kerja di orang itu nggak enak. Tapi kalau usaha sendiri kan bakal lebih banyak waktu sama keluarga," pungkasnya.



Saturday, May 12, 2018

Mulai Dari 40 Kali Oplas Hingga Mentato Matanya! Inilah Aksi Nekad Ethan Demi Tampil Beda


Ethan Bramble, pemuda 21 tahun dari New South Wales, Australia, nekad merubah seluruh penampilan tubuhnya. Ia melakukan 40 operasi plastik modifikasi tubuh. Operasi tersebut termasuk men-tatto bola mata dan juga mengangkat pusarnya.

Melansir dari Tribunnews.com dari The Sun pada Jumat (11/5/2018), Ethan Bramble nekad mengambil risiko kebutaan saat bola matanya di-tatto.

Sebenarnya, selama operasi Ethan sendiri merasakan ketakutan. Ethan mengaku bahwa ia takut mati tercekik karena dia terus meneteskan air liur setelah lidahnya pecah. Serta berisiko kebutaan.

"Ada satu orang yang memegang kelopak matamu terbuka, dan kamu harus menatap dinding di tempat tertentu," ungkap Ethan.

"Ini sangat menegangkan, karena jika kamu menggerakkan bola mata ketika ada jarum suntik di sana, kamu akan buta. Dan saat itu pandangan benar-benar sangat samar," tambahnya.






Meski begitu, Ethan tetap percaya, bahwa se-ngeri apapun operasi yang dilakukan, hasilnya akan sesuai dengan apa yang di harapkan.

"Hasil akhir setara dengan 'penyiksaan' yang ada, jika kamu berkomitmen seperti itu,"

"Begitulah caramu ingin terlihat, dari penampilanmu. Dan aku selalu menjadi orang yang sangat percaya bahwa seharusnya orang-orang tidak menghakiminya,"Ethan melanjutkan.


Sekedar informasi tambahan, Ethan telah membuat masing-masing telinganya dipotong hingga setengahnya hilang.

Labretnya (daerah di bawah bibir bawah) juga dipootong dan hidungnya ditindik.

Dia juga memiliki lebih dari 150 tato di seluruh tubuhnya. Yang pertama dia lakukan pada saat ia berusia 11 tahun.

Walaupun banyak menuai kritikan, tak sedikit juga orang-orang yang menyukai gaya hidup Ethan. Lebih dari 54 ribu orang mengikuti Ethan di Instagram, media sosial tempat ia secara teratur berbagi foto dengan tampilan radikalnya.




Sumber: tribunnews.com