Tuesday, October 8, 2013

Usaha Kecil Dan Prospek Ekonomi Tahun 2013-2014

 Prospek Perekonomian dan Pembangunan  Nasional Usaha Kecil dan Prospek Ekonomi Tahun 2013-2014
Usaha Kecil dan Prospek Ekonomi Tahun 2013-2014. Dalam program Overview Prospek Perekonomian dan Pembangunan Nasional, Program Sekolah Staf Pimpinan BI angkatan ke-30, Senin, (03/9), Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, memberikan bahwa prospek ekonomi Indonesia pada tahun 2013-2014 akan lebih baik dari tahun 2012.


Dalam kerangka ekonomi makro RPJMN 2010-2014, diupayakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 sanggup tumbuh mencapai 7 persen. Sementara hingga triwulan II tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 6 persen. Sementara itu, PDB per kapita pada tahun 2013 diperlukan mencapai USD 3.445 dan pada tahun 2014 ditargetkan akan naik lagi menjadi USD 3.811.


Target peningkatan PDB ini diperlukan sanggup tercapai dengan menargetkan penurunan tingkat pengangguran menjadi 5-6 persen dan tingkat kemiskinan menjadi minimal 8-10 persen pada tahun 2014. Sampai dengan triwulan II tahun 2012, tingkat pengangguran 6,7-7,0 persen dan tingkat kemiskinannya di kisaran 10,5-11,5 persen. Tingkat kemiskinan nasional diperlukan sanggup diturunkan lagi pada kisaran 9,5-10,5 persen pada tahun 2013. Oleh alasannya itu, hal ini dianggap sebagai salah satu cara untuk membantu menanggulangi kemiskinan dan pengangguran di Indonesia, yang tentu saja mempunyai keterkaitan khusus, di mana pemberdayaan dan peranan pemerintah serta forum terkait lainnya dalam menanggulangi kemiskinan harus mempunyai akad yang benar-benar dijalankan.

Pertumbuhan ekonomi ini, berdasarkan Menteri PPN/Kepala Bappenas, didorong oleh konsumsi masyarakat yang merupakan komponen utama dari ajakan domestik, dan investasi serta ekspor barang dan jasa. Peningkatan konsumsi masyarakat tersebut akan terjadi apabila daya beli masyarakat meningkat, karenanya perlu diupayakan pengendalian inflasi dan menjaga ketersedian materi pokok. Dalam RPJMN 2010-2014, rata-rata konsumsi masyarakat itu sebesar 5,3-5,4 persen, terang Ibu Armida. Seperti dijelaskan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi juga dipacu oleh pertumbuhan tingkat ekspor. Beberapa faktor yang sanggup menunjang pertumbuhan ekspor tersebut, di antaranya, perlu adanya peningkatan saluran pasar internasional terutama pasar nontradisional, peningkatan kualitas dan diversifikasi produk ekspor, dan peningkatan akomodasi ekspor, terang Ibu Armida.

Terkait dengan penurunan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan, kualitas pekerja terus membaik. Itu terlihat dari struktur lapangan kerja formal yang mengalami peningkatan berarti sepanjang periode 2010-2012. Pada tahun 2012, struktur pekerja formal meningkat menjadi 37,2 persen. Jumlah ini naik cukup signifikan kalau dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar 34,2 persen dan tahun 2009 yang sebesar 30,5 persen. Peningkatan jumlah pekerja formal ini diikuti pula dengan adanya peningkatan struktur pekerja non-pertanian yang pada tahun 2011 mencapai 62 persen, namun pada tahun 2012 ini naik menjadi 63,5 persen.


Dalam kesempatan yang sama, Ibu Armida juga menyinggung soal peranan dari denah Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dalam Perekonomian Indonesia. Dikatakan bahwa MP3EI akan mendorong peningkatan investasi di Indonesia. Indikasi nilai investasi berdasarkan investor terbesar memang tiba dari sektor swasta sebesar 49 persen, sedangkan dari pemerintah sebesar 12 persen.

Lebih lanjut disampaikan, dalam hal terjadinya perlambatan ekonomi dunia yang semakin serius dan pemulihan ekonomi dunia yang tidak sekuat tahun 2010 dan 2011, sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan perlu diubahsuaikan terutama pada sisi ekspor, yang pada tahun 2012 tingkat ekspor Indonesia sebesar 1,8 persen. Diharapkan pada tahun 2013 ditingkatkan menjadi 8,5 persen kemudian pada tahun 2014 ditargetkan menjadi 12 persen. Dengan adaptasi ini, basis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 menjadi 6,3 persen, tahun 2013 menjadi 6,6 persen dan tahun 2014 menjadi 6,9 persen. 




(sumber : Bappenas : Prospek Ekonomi 2013 dan 2014 (04/9/2012)

Next

Related


EmoticonEmoticon