Tuesday, October 8, 2013

Benarkah Pnpm Berdikari Tidak Efektif Menekan Angka Kemiskinan ?

PNPM Mandiri Tidak Efektif Menekan Kemiskinan Benarkah PNPM Mandiri Tidak Efektif Menekan Angka Kemiskinan ?
Benarkah PNPM Mandiri Tidak Efektif Menekan Angka Kemiskinan ? Berita dari Jakarta, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang dimulai semenjak 2007 diduga belum bisa menaggulangi dilema kemiskinan di Indonesia.


Gerakan Anti Pemiskinan Rakyat Indonesia (GAPRI) menilai bahwa pelaksaan kurang menyentuh substansi penaggulangan kemiskinan dan pentingnya keterlibatan masyarakat miskin. Sejauh ini, dominasi elit lokal menciptakan keterlibatan masyarakat miskin menjadi lemah.

“Informasi hanya dipegang oleh kelompok tertentu, sehingga masyarakat tidak banyak terlibat langsung. Sejauh ini, penyebab kemiskinan yang diidentifikasi oleh PNPM hanya dijawab dengan 70% pembangunan infrastruktur bagi masyarakat desa,” ujar Juru Bicara GAPRI Abdul Ghofur dalam Seminar Nasional PNPM Mandiri: Antara Retorika dan Realita, di Jakarta, Rabu (4/7/2012).

Abdul menyampaikan bahwa banyak proyek tidak menurut pada kebutuhan masyarakat miskin, melaikan motif politis dari beberapa elit. Permasalahan kebutuhan lahan bagi petani, katanya, dijawab dengan pembangunan jalan. Pembangunan tersebut, tidak menjawab permasalah.

Terlebih lagi, sambungnya, keberadaan PNPM belum bisa meningkatkan kapabilitas masyarakat miskin, alasannya ialah keterlibatan dalam aktivitas lebih banyak dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pengaruh, sementara masyarakat miskin masih dinilai tidak mampu.

Menurutnya, perlu dilakukan audit sosial yang bisa mengevaluasi relevansi sosial terkait target dan dampak sosial terhadap aktivitas tersebut. Abdul menegaskan bahwa PNPM ini bekerjsama bukanlah proyek penanggulangan kemiskinan, melainkan sejenis aktivitas pembangunan infrastruktur perdesaan dan perkotaan.

Pembangunan infrastruktur tersebut, diakui oleh Ketua Pokja Kebijakan Monitoring dan Evaluasi Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Elan Sartiawan merupakan belahan dari aktivitas PNPM.

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur dasar (jalan, jembatan, sistem air bersih, MCK, puskesmas, rumah, dll) merupakan hal yang harus diselesaikan untuk mengatasi dilema ketidakmerataan yang terjadi. 



(sumber : Bisnis Indonesia )

Next

Related


EmoticonEmoticon